Ingin Naik Haji di Usia Muda, Yuk Atur Biayanya Lewat Cara Ini

sepertinya bukan hanya cita-cita sebagian orang yang memang berkelebihan dalam hal materi saja, namun hampir seluruh umat muslim di dunia tentunya menginginkan agar bisa naik haji dan beribadah dengan khusyu kepada sang pencipta di sana.

Kita yang masih muda juga bisa pergi naik haji dalam waktu tertentu, jika saja sejak dini kita sudah mulai menabung dan mengatur keuangan kita agar bisa pergi haji secepatnya.

Di Indonesia sendiri, ada pembatasan kuota untuk yang memilih haji reguler, yaitu program haji yang diselenggarakan pemerintah dengan biaya sekitar Rp 30 jutaan untuk tahun 2017 nanti.

Sedangkan yang memilih haji jalur khusus atau ONH Plus, biaya yang diperlukan di atas Rp50 juta  dengan masa tunggu hanya 4 hingga 6 tahun. Anda yang ingin melaksanakan ibadah haji nanti, bisa memulainya dengan menabung sejak dini, menyisihkan sebagian dari penghasilan perbulan.

1. Perhitungkan Estimasi Biaya Kenaikan Haji

Adanya Inflasi dan keadaan ekonomi kita yang masih belum stabil, juga bisa berdampak pada naik turunnya biaya untuk pergi haji. Biaya tersebut sewaktu-waktu bisa mengalami kenaikan karena beberapa faktor. Anda harus memperhitungkan estimasi biaya kenaikan tersebut, agar bisa menyimpan uang dalam jumlah yang tepat.

Misalnya saja rata-rata biaya haji reguler saat ini adalah Rp 40 juta, dan keberangkatan akan menunggu sekitar 5 tahun dengan estimasi biaya kenaikan per tahun Rp 1 juta. Maka estimasinya (Rp 5 jutax5 tahun= 25 juta). Biaya yang harus dipersiapkan setidaknya sebesar Rp 65 juta (Rp 40 Juta+Rp 25 juta).

2. Mulai Menabung

Dengan perhitungan estimasi biaya kenaikan haji di poin satu, dengan jumlah Rp  65 juta, saatnya Anda mulai menabung. Dalam hal menabung dan jangka waktu yang telah ditetapkan, tentunya dana untuk tabungan ini harus dimaksimalkan. Berikut simulasinya:

Jika pendapatan perbulan Rp 7 juta, dan rata-rata konsumsi bulanan sekitar 40 persen atau Rp 2,8 juta, maka maksimalkan tabungan haji Anda dengan menabung sebesar 20 persen dari sisa pendapatan Anda, yaitu Rp 1,4 juta.

Karena Estiimasi waktu untuk naik Haji seperti poin di atas adalah 5 tahun, maka setelah 5 tahun total tabungan akan mencapai Rp 84 juta. Jumlah tersebut bahkan masih lebih besar dibandingkan dana yang dibutuhkan. Perhitungan ini tentunya bukan perhitungan yang tetap, tergantung dari jumlah gaji dan jumlah orang yang akan berangkat haji.

Investasi

3. Menabung Haji dengan Investasi

Investasi tentunya tidak hanya bermanfaat untuk masa yang akan datang saja, namun jika memang Anda ingin pergi haji, investasi juga bisa dilakukan untuk mengumpulkan dana naik haji.

Investasi ini juga bentuknya macam-macam, ada deposito, logam mulia, saham, dan lain sebagainya. Pastikan investasinya memang tepercaya dan terbukti memberikan keuntungan untuk kita.

4. Tentukan Jumlah Tahun untuk Menabung Naik Haji

Anda yang masih berusia muda, tentunya juga harus menentukan jumlah tahun agar bisa menabung untuk naik haji. Jika usia Anda masih 20 tahunan, dan sudah memiliki penghasilan sendiri, maka mulai menabung secara berkelanjutan agar di usia 30 tahunan ke atas, bisa jadi sudah bisa pergi Haji.

Untuk anda yang saat ini berusia 40 tahunan, mungkin baru bisa berangkat haji di usia 50 tahunan ke atas. Perhatikan juga soal kesehatan dan kebugaran yang sangat penting untuk bisa pergi berhaji.

5. Mulai Menabung Lewat Tabungan Haji

Salah satu produk tabungan yang hampir dimiliki oleh semua Bank di Indonesia, adalah tabungan haji. Tabungan ini tentunya khusus untuk para nasabahnya yang ingin pergi berhaji suatu saat nanti, dalam kurun waktu yang sudah ditetapkan.

Pastikan Anda menabung secara berkelanjutan, dan jangan pernah menyamakan tabungan haji dengan tabungan biasa yang bisa diambil kapan saja. Simpan hingga terkumpul berapa jumlah yang dibutuhkan untuk naik haji.

Baca Juga :

Anne Blog © 2018 Frontier Theme